18 August 2016

Hari #3: Kebun Raya Bogor & Botani Square

  No comments
istana bogor
Hari ke-3 saya dan teman saya memilih tempat yang dekat dengan Depok dan Bogor, dan terpilihlah Kebun Raya Bogor yang tidak terlalu jauh dari Stasiun Bogor.

Pagi itu saya diantar oleh Risal jam 8 dari rumahnya yang ada di daerah Cimanggu ke Stasiun Cilebut. Saya nggak tau apa jadinya saya tanpa Risal saat itu (hmm, penjilat!). Sampai di Cilebut jam 9, saya langsung menunggu kereta di peron. Saya menunggu kereta yang dinaiki oleh teman saya dari Depok. Perjalanan dari Cilebut sampai ke Bogor ditempuh kurang lebih 9 menit. Tapi menunggu kereta yang dinaiki teman saya bisa puluhan menit. You know…

Sekitar jam 10 pagi saya sampai di Stasiun Bogor. Kesan pertama saat sampai Bogor dan keluar dari stasiun adalah gila nih kota angkotnya banyak bener… Di sepanjang jalan raya di depan Stasiun ada banyak sekali angkot baik yang sedang ngetem, siap-siap jalan, dan yang sedang jalan. Sampai bingung mau naik yang mana. Coba kalau jodoh juga sebanyak angkot di Bogor dan bisa milih. Hm apazeh.

Setahu saya sih saya harus naik angkot yang penumpangnya hampir penuh, soalnya kalau masih dikit penumpangnya nanti pasti ngetem. Itu cuma teori saya sih. :p

Untuk menuju ke Kebun Raya Bogor dari Stasiun Bogor bisa menggunakan angkot 02 atau 03. Kalau naik angkot 02 nantinya bisa masuk dari pintu masuk utama, kalau naik angkot 03 bisa masuk dari pintu 03 atau pintu 04. Saat itu saya naik angkot 03 dan saya turun di depan Botani Square. Supir angkotnya lupa kalau ada penumpang yang mau ke Kebun Raya Bogor, dan saya nggak sadar kalau hampir kelewatan Kebun Raya Bogornya. -_-

Dari depan Botani Square kita jalan sekitar 5-10 menit untuk sampai di pintu 04 Kebun Raya Bogor. Dan saya baru tahu kalau mau menyebrang jalan di sini harus lewat Underpass, kayak terowongan bawah tanah tapi buat nyebrang jalan. Selama di Underpass ini banyak orang jualan sendal, kaos, powerbank, makanan ringan, lukisan, dan beberapa orang nyanyi-nyanyi di pojokan.

Baru aja masuk Kebun Raya Bogor dari pintu 04 langsung ada peta Kebun Raya Bogor terpampang dengan jelasnya. Di situ tertera kalau luas Kebun Raya Bogor ini 18 hektar. Okay. Saya dan teman saya nggak mau mengulangi kesalahan yang sama seperti di Ragunan, akhirnya kami langsung menuju pintu utama untuk mencari penyewaan sepeda.

Penyewaan sepeda di sini modelnya sama saja seperti di Ragunan, hitungannya per jam. Tapi, sewa sepeda di Kebun Raya Bogor ini dilengkapi dengan helm juga. Safety first. :D

Akibat terlena dengan kesejukan Kebun Raya Bogor ini, saya dan teman saya asal jalan saja. Tanpa rute dan tujuan. Kamu-kamu semua kalau ke Kebun Raya Bogor sebaiknya pastikan dulu ya mau muter-muter ke mana saja, atau coba baca tips ini.

Selama satu jam bersepeda, saya dan teman saya melihat Jembatan Gantung, Taman Astrid (taman luas dan rumputnya hijau, instagramable banget), Taman Meksiko, Jalan Kenari II, Istana Bogor. Iya cuma sedikit saja, kita kehabisan waktu pas nyari Bunga Bangkai saat itu. Sedih. :')
Kebun Raya Bogor
sumber: lovelybogor.com
Selesai keliling Kebun Raya Bogor, kami putuskan untuk ke Botani Square saja untuk makan sekalian sholat. Kami memilih Botani Square karena hanya itu yang kami tau. Taunya pun karena tadi pagi kebetulan turun dari angkot di depan Botani Square. :')

Dari pintu utama butuh 10-15 menit jalan kaki untuk sampai di Botani Square. Yang saya suka di Botani Square adalah musholanya. Mushola di Botani Square ini dingin banget. Karena nggak ada ventilasinya, jadi di Musholanya ada semacam blower tapi besar, jadi udaranya selalu fresh. :D

Di dekat mushola ada food court. Tapi kita nggak makan di food courtnya, kita malah makan di, hmm, apaya namanya… Saya lupa namanya karena waktu itu asal masuk aja terus makan. Dan juga harganya yang mahal (izalah kan di mall) jadi saya nggak ingat-ingat.

Selesai sholat selesai makan, saya dan teman saya langsung buru-buru balik ke Depok. Teman saya ada kuliah sore harinya. Karena kereta saya dijadwalkan berangkat pukul 10 malam dan hari masih siang menjelang sore, jadi saya putuskan untuk keliling saja dengan KRL. Tapi, di tengah perjalanan saya keliling, baterai handphone saya habis. Sampai di Manggarai saya turun dari kereta dan numpang ngecas. Beruntungnya di Manggarai ini banyak colokan. :')

Makin sore suasana Stasiun Manggarai makin ramai. Oh jadi kayak gini suasana pulang kantor di kota metropolitan, ya… Satu hal yang menarik adalah saat semua orang menunggu kereta di jalur 3, lalu ada pengumuman bahwa kereta yang ditunggu akan tiba di jalur 1, nggak sampai satu menit semua orang sudah pindah di jalur 1. Hahahahaha… oke nggak lucu sih.


Ya begitulah hari ke-3 saya di Jakarta (padahal di Bogor ya).

Baca cerita hari #1 dan hari #2 di bawah ini


No comments :

Post a Comment