14 January 2015

Review: Sabtu Bersama Bapak

  1 comment
Hai! Terakhir kali saya membuat review buku sekitar 1.5 tahun yang lalu. Itu pun saya buat karena tulisan saya (yang biasa saja) dimuat di BenaBook (baca di sini!), dan sebenarnya itu pamer aja sik… Hahahahahahaha! *plak*
Bicara soal resolusi tahun 2015, salah satu resolusi saya adalah membeli buku baru minimal 1 tiap bulan selama 2015. Entah dari mana munculnya resolusi itu, tapi yang jelas, mulai sekarang akan ada postingan review-buku-ala-kadarnya (yang saya beli tentunya) tiap bulan di blog ini. Yay!




Kali ini saya akan mereview sebuah buku yang membuat saya langsung sms ibu saya setelah selesai membaca buku ini, judulnya Sabtu Bersama Bapak.

Sabtu Bersama Bapak, Review Sabtu Bersama Bapak

Judul: Sabtu Bersama Bapak
Penulis: Adhitya Mulya
Penyunting: Resita Wahyu Febiratri
Penerbit: GagasMedia
Jumlah Halaman: 278 halaman
Harga: Rp. 48.000,-
Rating: 4.6 (rating dari saya sendiri :p)
Ini adalah sebuah cerita. Tentang seorang pemuda yang belajar mencari cinta. Tentang seorang pria yang belajar menjadi bapak dan suami yang baik. Tentang seorang ibu yang membesarkan mereka dengan penuh kasih. Dan…, tentang seorang bapak yang meninggalkan pesan dan berjanji selalu ada bersama mereka.”

***
Gunawan Garnida tahu kalau hidupnya tidak lama lagi, dia harus meninggalkan keluarga yang sangat dicintainya, terlebih kedua anak lelakinya yang baru berumur 9 dan 6 tahun. Maka dari itu, dia membuat keputusan untuk melakukan sesuatu yang nantinya bermanfaat untuk anak-anak mereka, sekaligus panduan bagi sang istri, Itje, menjadi pilot untuk keluarga Garnida. Dengan bermodal handycam, dia membuat video yang nantinya akan menjadi jawaban dari setiap pertanyaan di tiap fase hidup anak-anaknya. Tiap bab di buku ini selalu ada sisipan video-video yang dibuat oleh Pak Gunawan, dan saya yakin, kalian tidak akan menemukan yang semacamnya di buku-buku kuliah kalian. :')

Cakra Garnida
Seorang pemuda yang belajar mencari cinta bernama Cakra Garnida. Cakra atau yang akrab disapa Saka oleh Ibunya adalah seorang bankir muda yang sukses karirnya pada usianya dan sekarang menduduki jabatan Deputy of Director divisi micro finance di sebuah bank asing di bilangan Sudirman yang berasal dari Jerman.
Cakra adalah seorang bos di divisinya, bos yang jomblo tepatnya, yang kerap kali menjadi bahan candaan para bawahannya dan atasannya. Firman, Wati, dan Bambang adalah bawahannya yang kerap kali usil terhadap kejombloan Cakra. Dan atasan yang juga usil adalah Gunther; bule kere dan mesum. Percakapan, tingkah, dan celetukan dari kelima tokoh di atas pecah! Dari awal saya baca novel ini, saya pikir ini adalah novel serius. Tapi saya salah, ternyata ada banyak bagian yang pecah, dan ada beberapa yang membuat saya seperti orang gila yang tertawa sendiri. :D
Apa sih alasan Cakra menjomblo sampai di usia 30 tahunnya? Mapan, udah. Akhlaknya baik, udah pasti. Berbakti sama orang tua, banget. Tampan, enngg, mayan. Lalu kenapa masih jomblo? Temuin sendiri jawabannya, baca bukunya! :p

Satya Garnida
Kakak kandung Cakra Garnida yang memiliki atribut yang tidak dimiliki banyak orang. Pintar, ganteng, dan mengutip belasan wanita yang pernah Satya patahkan hatinya, ‘Laki, banget’. Satya adalah salah satu wisudawan terbaik dari jurusan Geologi UNPAD yang sekarang bekerja sebagai geophysicist di salah satu kilang minyak milik Norse Oil og Gas, di lepas pantai utara, Denmark.
Satya mempunyai seorang istri cantik bernama Rissa, dan mereka dikaruniai 3 orang anak. Anak macan. Ryan, Miku, dan Dani. Segalanya (hampir) sempurna, yang membuatnya hampir adalah kehadirannya setiap kali pulang ke rumah, disambut dingin oleh keluarganya. Satya sangat penuntut, dia ingin segalanya sempurna dengan apa yang dilakukan anak-anak dan istrinya. Nilainya harus bagus, sudah bisa berenang, masakan harus enak, dan bla bla bla. Padahal, Satya tidak ada untuk membantu Rissa, dia seperti orangtua tunggal dan lelah dengan berbagai tuntutan Satya. Pertengkaran terakhir terjadi via telepon yang kemudian disambung dengan email dari Rissa yang mengatakan kalau tidak perlu pulang ke rumah untuk sementara waktu, karena dia sudah capek, mereka tertekan dengan Satya yang cepak sekali marah. Setelah semua itu, Satya ingat akan video-video yang dibuat oleh mendiang bapaknya. Lalu, apa yang terjadi? Baca bukunya! :p

Ibu Itje
Ibu dari anak-anak yang mengagumkan ini mempunyai prinsip untuk tidak merepotkan orang lain, bahkan di saat dia benar-benar butuh orang lain. Berbekal prinsip tersebut, Ibu Itje sukses mendirikan 8 rumah makan yang penghasilannya sangat cukup untuk hidup dirinya sendiri.
Tanpa sepengetahuan anak-anaknya, Ibu Itje terkena kanker payudara. Waktunya sudah tidak lama lagi, dan sebelum benar-benar berpulang, Ibu Itje ingin melihat Saka menikah. Nah yang jadi masalahnya, KAPAN SAKA NIKAHNYA? JOMBLO MULU! *lah, maap*
***

Ada banyak kutipan menarik yang bisa kamu jadikan pedoman hidup, terutama untuk para pria-pria yang akan menjadi bapak. Saya kasih beberapa aja ya, kalau mau semuanya mendingan beli bukunya. (--,)

"Ka, istri yang baik gak akan keberatan diajak melarat." | "Iya, sih. Tapi Mah, suami yang baik tidak akan tega mengajak istrinya untuk melarat. Mamah tahu itu. Bapak juga gitu, dulu."

Meminta maaf ketika salah adalah wujud dari banyak hal. Wujud dari sadar bahwa seseorang cukup mawas diri bahwa dia salah. Wujud dari kemenangan dia melawan arogansi. Wujud dari penghargaan dia kepada orang yang dimintakan maaf. Tidak meminta maaf membuat seseorang terlihat bodoh dan arogan.

Jika ingin menilai seseorang, jangan nilai dia dari bagaimana dia berinteraksi dengan kita, karena itu bisa saja tertutup topeng. Tapi nilai dia dari bagaimana orang itu berinteraksi dengan orang-orang yang dia sayang.

Dan bagian yang paling saya suka adalah saat Cakra dan Ayu membahas tentang pasangan.
“Kata Bapak saya... dan dia dapat ini dari orang lain. Membangun sebuah hubungan itu butuh dua orang yang solid. Yang sama-sama kuat. Bukan yang saling ngisi kelemahan, Yu.” | “…” | “Karena untuk menjadi kuat, adalah tanggung jawab masing-masing orang. Bukan tanggung jawab orang lain” | “…” | “Tiga dikurang tiga berapa, Yu?” | “Nol” | “Nah, misal saya gak kuat agamanya. Lantas saya cari pacar yang kuat agamanya. Pernikahan kami akan habis waktunya dengan si kuat melengkapi si lemah.” | “…” | “Tiga dikali tiga berapa, Yu?” | Ayu mengangguk, mengerti. Find someone complimentary, not supplementary.


Ya, itulah. Buku yang terbit pertengahan tahun lalu, saya rasa saya belum terlalu terlambat membacanya. Tidak apa jika kamu terlambat, asalkan kamu tidak terlewat. Lumayan, buku cerita bisa jadi buat pedoman hidup. :D

1 comment :

  1. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Oh ya, di sana anda bisa dengan bebas mendowload music, foto-foto, video dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    ReplyDelete