19 July 2014

Semua Akan Mati

  No comments
JULI. Kucing pertama saya. Putih polos, mata bulat kecoklatan, bulu tebal dan manja. Iya manja. Dia betina, dan majikannya (saya) laki-laki. Wajar kalau manja. Suatu ketika Juli main ke rumah tetangga tanpa pamit, dia pergi mencari tikus. Maklum kucing setengah kampung, mainnya sama tikus. Hari itu tikus tetangga ditemukan Juli terbaring lemah di belakang tumah tetangga, tikus itu keracunan. Juli yang mempunyai naluri kucing, langsung melahap tikus yang mati keracunan dengan enaknya. Saya baru saja pulang sekolah siang itu, dan Juli terlihat lemas di samping rumah. Mukanya pucat. Saya panik. “Paaakk!! Juli paaakkk!!” saya memanggil bapak saya. Dengan segera Juli diberi penawar racun; air kelapa muda. Tapi sialnya, racun tikus pada tikus yang dimakan Juli sudah terlanjur menjalar ke seluruh tubuh Juli, dan sejam kemudian, nyawa Juli tidak terselamatnya. Juli mati. Saya menangis semalaman.