11 December 2013

Kampret Family

  6 comments

Sejak kecil, saya adalah orang yang kurang percaya dengan adanya sahabat. Terlebih lagi sahabat sejati. Yang saya percayai adalah, Tuhan. *digaplok* enggak. Sejak kecil, saya hanya menganggap teman-yang-lebih-dekat-dengan-saya-dibanding-dengan-teman-yang-lainnya, adalah teman dekat. Bukan sahabat. Apalagi sahabat sejati. Tapi sejak saya kenal ‘mereka’, saya tau apa itu sahabat sejati. :))

Saya kenal dengan ‘mereka’ sejak pertengahan semester 1. Pertengahan menjelang akhir, ding. Awal-awal kuliah adalah awal yang sangat amat teramat begitu membosankan bagi saya. Saya adalah orang yang cenderung diam dan lebih baik menunggu disapa daripada menyapa terlebih dulu, maka dari itu, saya susah punya teman.

Sebenarnya orang pertama yang saya kenal waktu awal kuliah adalah si-anak-pintar-yang-agak-anti-sosial. Loh, bukannya kamu anti sosial juga, Yan? Enggak. Saya nggak anti sosial. Saya cuma pendiam. Itu saja. Hehehe.. lanjut! Anak ini anaknya rajin dan pintar, jadi saya sempat berfikir bahwa jika saya berteman dengannya selama kuliah, pasti tugas-tugas kuliah saya tak akan ada yang terasa rumit. Muehehueheuehe… tapi ternyata saya salah sangka. Susah sekali untuk berteman dengan dia. Dia seperti ‘memiliki kehidupan sendiri yang tak boleh diusik orang lain’. Pokoknya gitu. Kalo kamu belum maksud, maksudin sendiri lah. Udah gede juga.
Hingga tibalah pada suatu waktu dimana saya diajak oleh salah satu dari ‘mereka’ untuk berkumpul di beskem mereka. Hah! Awal kumpul bersama ‘mereka’, saya masih saja diam dan kaku. Kek kanebo kering. Huft.
Saya sempat khawatir jika saya tak bisa diterima di ‘keluarga kecil mereka’ karena saya yang terlalu seperti kanebo kering. Tapi ternyata, perlahan mereka bisa menerima saya dengan baik. *\(^o^)/*
Dan sampai sekarang, saya berteman baik dengan mereka, bahkan saya anggap mereka adalah ‘keluarga’ saya selama di Jogja. Ya emang sih saya punya banyak keluarga di Jogja ini, maksud saya, mereka adalah keluarga baru. Keluarga tanpa hubungan badan. Ya gitu. :))
Kalian penasaran nggak sih, siapa itu ‘mereka’ yang dari tadi saya ceritakan? Enggak? Yaudah.


.
.
.
.
.
.
.
.
Loh? Ngapain masih baca sampe sini? Katanya nggak penasaran? Ah, nggak berpendirian deh~

Sebelum kenal dengan ‘mereka’, orang yang saya kenal pertama kali adalah Wahid (Lombok). Dulu saya kenal Wahid karna sama-sama suka dengan hal yang berbau StandUpComedy. Nah, melalui Wahid ini, lalu saya kenal dengan Fendy (Pekalongan), Risal (Pangkalan Bun), Chintya (Temanggung), Avin (Bantul), Agung (Indramayu), Dodi (Bangka), Rian (Papua). Bhinneka Tunggal Ika. :))

Awalnya saya bikin grup di WhatsApp yang beranggotakan saya, Fendy, Dodi, Wahid dan saya beri nama grupnya ‘Kampret’. Tujuannya dibuat grup ini adalaaaahhh, untuk berbagi jawaban ujian saat ujian berlangsung. Huahahahaa… bukan, bukan itu. Sebenarnya adalah untuk iseng aja sih, tapi karna lama-lama bosyen anggotanya itu-itu aja, akhirnya Risal, Chintya, Avin, Agung, Dodi, Rian. satu per satu masuk ke grup itu. Dan entah sejak kapan, perkumpulan anak-anak kampret ini dinamakan Kampret. Kalo menurut saya, nama ini nggak sembarangan ngasih nama. Tiap anak punya sisi kampret tersendiri, oleh karenanya, nama kampret sepertinya cocok. Ya, walau apa banget, tapi kita tetap sahabat. *ceileh*
***

1. Agung (@Agung_F1rmansyah)
Agung
Partner kerja saya (jualan jersey bola). Suka banget ngopi (sehari bisa 3-5 kali ngopi). Di antara yang lainnya, Agung ini punya mantan pacar paling banyak. Konon katanya, semasa SMA, minimal ada 1 cewek yang pernah jadi pacarnya dari tiap kelas yang ada di SMAnya dia. Sadis. Dan Agung ini juga pernah daftar akpol, 2 kali, gagal semua. IYA, GAGAL SEMUA. Hahahahaha… .___.

2. Avin (@AvinCuext)
Avin
Avin ini motivator facebook. Semua status di facebooknya, ngalahin motivasi-motivasinya Mario Teguh. Beuh! Oya, basicnya Avin ini adalah Teknik Otomotif. Tapi sekarang, dia master 3D di antara yang lainnya. Dia orangnya juga sabar, tapi masih kalah sabar sama Afi. Ada satu hal yang menarik dari Avin, yaitu, setiap kali dia menunggangi motornya, dia harus memakai headset dan lagu yang diplay harus ngebeat. Pernah saya Tanya, “Vin, kenapa harus pake headset kalo naik motor?” “Biar tenang. Kalo dengerin lagu yang ngebeat itu aku tenang. Jadi kalo misal ada motor yang nyalip, nggak aku balap. Aku tetep tenang gitu.” Saya terdiam. Langsung kebayang gimana kalo Avin masuk ke tempat dugem. Pasti dia cuma duduk anteng dengan pandangan setengah kosong. Nggak turun ke dance floor. Dan yang menjadi misteri sampai saat ini adalah, nggak ada yang tau sudah berapa lama Avin menjomblo. ( ._.)/|| Tapi satu hal yang pasti, Avin adalah orang yang cuek (nggak peduli) saat saling tatap, tapi penuh perasaan saat sudah memunggungi. :') Oh iya, Avin ini muslim, tapi dia nggak bisa pake sarung. -___-

3. Chintya (@chintyamoreno)
Chintya
Namanya dia cuma Chintya. Iya, hemat bet. Dulu saya sempet mikir kalo Moreno itu nama keren-kerenannya dia, tapi, saya salah. Moreno itu nama bapaknya. .__. Chintya ini satunya cewek di antara yang lainnya. Dia pacarnya Agung. Dan Chintya ini juga paling gendut di antara cewek lain yang termasuk ke dalam Kampret Family. *ya iyalah, kan cewek satu-satunya* NGGAK USAH PADA NAKSIR SAMA CHINTYA INI, ATAU KAMU AKAN BERURUSAN DENGAN CALON POLISI YANG GAGAL DUA KALI. Huehehehee… Oya, Chintya ini kalo ketawa juga udah mirip sama emak-emak gitu. Udah cocok lah, cepet nikah gih sama Agung. Btw, Chintya ini suka banget bawa jajan buat anak-anak kalo main ke kontrakan loh. Fix, Chintya itu baik bet. ;)

4. Dodi (@Dodi_Harsono)

Si rambut landak. Very addicted into One Piece. Paling jago coding. Anaknya baik, baik banget kalo menurut saya. Paling takut sama gelap, katanya di setiap gelap, pasti ada yang mengintai kita. Errr… -__-" oya, dan juga, Dodi ini sangat kuat. Pernah waktu makrab, saya dan Dodi ingin membuat kopi susu. Tapi karna lubang di kaleng susu yang sangat kecil dan udah kelamaan nunggunya, akhirnya Dodi ini meras susu kalengnya. Iya, susu kaleng diperas sama dia. -_-

5. Fendy (@fendyfoundation)
Fendy


Fendy adalah manusia sejuta ide dan WC-nya para lalat. Setiap kali ada tugas, pasti yang pertama kali ngasih ide si Fendy ini, ya, walaupun belum tentu sih idenya dia yang disetujui. :D dan kenapa disebut WC-nya lalat? Karena tai lalatnya banyak banget, dan beranak pinak. Beh.. Fendy ini seorang vokalis kondang asal Pekalongan (saya nggak nyangka bisa berteman baik dengan vokalis setenar Fendy ini). Dia punya band, namanya Black Foundation. Aduh, masa nggak tau? Kamu cupu deh. Selain jago nyanyi, Fendy juga jago disen. Disen kaos, disen rumah, sampai disen kehidupan masa depannya dia. Fendy ini juga suka banget main Tamiya, sampai-sampai waktu semester 2, dia bolos kuliah demi lomba Tamiya. Dan bolos kuliahnya dia nggak sia-sia, Fendy dapet juara. Ha! :)) Oya, Fendy ini juga punya soundcloud loh, nih: klik!

6. Risal (@risalprakasa_)
Risal


Anak multimedia. Jago bikin video. Jago 3D juga (saingan sama Avin). Dulunya LDR, tapi, jarak terlalu tangguh untuk dikalahkannya. Udah ah, sedih kalo ngebahas Risal. :')

7. Rian (@rahmat_rian)
Rian


Anak Papua tapi penampilannya anak Jakarta. Semua baju, celana, kemeja, sepatu, tas, celana dalem, sprei, selimut, pokoknya barang kepunyaan dia, pasti barang distro. Tapi distro Papua.

8. Wahid (@wahidsetiawann)
Wahid


Wahid adalah jomblo yang hobi naksir sama cewek yang udah punya pacar (baca: monyet). Selain jomblo, Wahid ini juga tukang ngebully anak-anak lainnya. Hm, mungkin karna suka ngebully, jadi dia jomblo terus. Bisa jadi. Bisa jadi. Bisa jadi. Oya, FYI aja, dia ini punya tekat keras untuk jadi the real Stand Up Comedian. Yuk doain bareng-bareng, amin. Si Wahid ini kalo main ke kontrakan hobi banget ninggalin barang-barangnya. Mulai dari kunci motor, jam tangan, sampai gelas kotor bekas kopinya dia, dia tinggalin. Huft..

9. Brian (@brianmadhan)
Brian


Yang satu ini paling pendiem, paling ngirit, dan udah punya pacar. Paling cemen di kampret family, dan bisanya, cuma nulis beginian. .__.

Sejak kenal dengan mereka, sering kumpul, saling ngebully, dan stres bersama karna tugas kuliah, saya tau seperti apa sahabat itu. #eak
Kita sering punya rencana yang sepertinya akan menarik untuk dijalani bersama. Semisal liburan semester 2 kemarin, kita berencana untuk liburan ke Lombok. Masalah tempat tinggal, ada Wahid. Jadi nggak dipikir. Pokoknya keliatannya rencana udah mateng. Tapi apa daya, alam belum berpihak pada kita. Lalu, akhir bulan November kemarin, rencana mau foto bareng-bareng di studio foto, tapi karna kebanyakan tugas, gagal lagi. Dan masih banyak. Tapi saya yakin, ada 1 rencana kita yang akan berhasil nantinya, yaitu, semua dari kita akan sukses pada waktunya. ~~~~\o/

Semoga kelak, saat kita tua nanti, saat rambut kita mulai memutih dan anak-anak kita sudah dewasa, kita masih punya waktu untuk berkumpul di warung kopi hanya sekedar untuk bertukar cerita.
Cuma beberapa. Foto yang bareng semua personil belum punya. :')
14 Januari 2014 di Taman Sari.
WOI!! TANGANNYA WOOOOIII!!!

Anjir. Dodi keren banget yak. :')

PAK, MALING PAAAK.. MALIIING!!
Karyanya Chintya, nih. Si Tepe nggak ada fotonya, jadi dibikin pake tulisan. (- -")


***
Tahukah kamu bahwa pertemanan butuh solidaritas yang tinggi? Ya. We done that!
Sekitar sebulan yang lalu, saya kena penyakit yang hampir semua orang pasti mengalami; cacar. Walaupun saya kena cacar, tapi kampret-kampret ini tetep mau berteman dengan saya, dan tetep mau main ke kontrakan saya. Saya terharu. :')
Cacar saya nggak lama. Sekitar seminggu, saya sembuh dan bisa menjalani hari-hari saya seperti biasa. Tapiiiii... Setelah saya sembuh. Giliran Fendy yang kena. #duh
Selama saya cacar, yang bantuin saya beli obat, beli makan, nganterin ke Dokter, ya Fendy. Dia bilang, waktu dia kecil dia pernah kena cacar, tapi ternyata, belum. Iya, BELUM! Jadi dia ketularan. Saya merasa bersalah.
Setelah seminggu kena cacar dan Fendy sembuh, giliran Risal. Iya, makin nyebar aja ini virus. Saya makin merasa bersalah. Karena jika dibanding dengan cacarnya saya dan Fendy, Risal ini cacarnya banyak. Dan karena dia ngekos dan kosnya agak terselubung, jadi, kalian bisa bayangkan betapa menderitanya dia. :"
Seminggu kemudian, Risal sembuh. Dan apa yang terjadi? Dodi kena cacar juga. IYA, DODI JUGA KENA. JADI TOTALNYA ADA 3 ORANG YANG SAYA TULARIN VIRUS CACAR. SAYA MAKIN MERASA BERSALAH. *silet-silet tangan* dan selang beberapa hari kemudian, Agung kena cacar juga. Hah! Kalian memang benar-benar teman yang punya solidaritas yang tinggi. :'))
***

BACA CERITA JALAN-JALAN KITA DI ARTJOG 2014 DI SINI!

6 comments :

  1. Itu di fotonya ganti luffy aja -_- ....

    ReplyDelete
  2. bang, saya iri dengan kalian.. semoga langgeng yaaaa *eh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh jadi bikin iri, kamu pasti punya kisah hidup sendiri, bro! :D iya, langgeng sahabatan, aamiiinn! :)))

      Delete