22 May 2013

Sapi vs Manusia

  No comments


Suatu hari hidup seorang anak sapi jantan lengkap dengan keluarganya, Ayah dan Ibu. Ayahnya adalah sapi jenis Brahman, dan ibunya adalah sapi jenis sapi Madura. Ya, saya juga nggak tau sih sapi Brahman sama sapi Madura mau kawin apa enggak. Hehehee..
Suatu ketika, si anak sapi bertanya pada ibunya yang sedang makan rumput yang masih hijau. “Bu, hidup kita enak ya. Tiap hari dikasih makan, tempat tinggal dibersihin, kalo kotor dimandiin. Berasa di surga aja”
Dan sang ibu pun menjawab, “Hmmmoooo… Hidup kita memang begini. Tinggal nikmatin hasil kerjanya manusia yang panas-panasan cari rumput.” lalu melanjutkan makan rumputnya.
 “Manusia mah kasian ya, Bu. Harus kerja keras biar bisa cari makan, enakan jadi sapi. Kalo misal nanti aku mati terus aku direinkarnasi, aku nggak akan milih reinkarnasi jadi manusia deh, enakan kan jadi sapi. Muooo….”
Setiap hari kerjaan si sapi hanyalah makan, tidur, makan, tidur, makan, tidur. Ra uwis-uwis.
Sedangkan manusia, harus bekerja, berkarya, bekerja, berkarya, bekerja, berkarya baru makan, tidur, makan, tidur.
Hingga akhirnya, tiba waktu untuk menyembelih ayah sang sapi. Namun, si sapi tidak merasa khawatir, karna masih akan ada yang memberinya makan.
Tapi jika, misal, ayah dari seorang manusia yang meninggal dan pada saat itu sang anak manusia masih suka bersantai ria seperti si sapi (makan, tidur, makan, tidur), pasti si anak manusia harusnya bekerja keras untuk menghidupi dirinya sendiri. Tau kerjanya apa? Jadi penggembala sapi. Oke, skip kalimat terakhir, ya..