31 January 2013

Kepada Kamu Yang Kerap Menceritakan Keseharianmu di Dunia Maya

  No comments

Kepada kamu yang kerap menceritakan keseharianmu di dunia maya, aku mulai jatuh cinta.

stalker, kepo


Em, hai! Perkenalkan, namaku emm, oke-oke. Aku pikir namaku tidak begitu penting untukmu. Jadi bagaimana kalau kita lanjut saja ke paragraf berikutnya?

Aku sering melihat percakapanmu di dunia maya. Aku lihat kamu bercakap-cakap dengan temanmu yang temanku juga, kalau aku perhatikan, semua itu terlihat begitu asyik, begitu menarik, begitu mengusik hati ini untuk mencari tahu “siapa kah kamu?”.

Diam-diam aku mulai kepoin kamu. Saking asyiknya, aku sampai tak sadar bahwa sudah berpuluh-puluh hari (sebelumnya) timeline kamu aku kepoin. Duniamu begitu asyik, ya, sampai-sampai semua yang kamu ceritakan di timeline kamu itu begitu menyita waktuku; yang seharusnya aku habiskan untuk bergelut dengan kimia malam itu, malah aku habiskan untuk kepoin kamu, secara diam-diam.

Namun, tiba-tiba aku terdiam. Lalu hati kecilku bergumam, “oh, jadi kamu sudah ada yang memiliki, begitu?”. Seketika, ada cemburu yang luar biasa yang dengan sekejap merundung hatiku, malam itu. Entahlah, kenapa bisa ada cemburu seperti itu.

Aku mencoba mundur, namun tiap kali aku melihat temanku berbincang denganmu di timeline-ku, selalu saja ada rasa ingin tau yang begitu hebatnya, dan akhirnya, aku kepoin kamu lagi, aku cemburu lagi saat ada ceritamu bersamanya terpampang dengan jelas di timeline-mu. Begitu berulang-ulang, entah sampai kapan, mungkin sampai tak terhingga.

Kepada kamu yang kerap menceritakan keseharianmu di dunia maya, aku suka caramu bercerita. Aku suka melihat gambaran duniamu yang begitu ceria, ya, ku tau, walau ceriamu itu bersamanya, bukan bersamaku. Tapi tenanglah, selama kamu ceria, aku akan tetap gigih membaca timeline kamu tiap malam, secara diam-diam. Ya, hanya sekedar ingin tau saja, apa yang terjadi padamu di hari itu.

Hujan di Purwokerto

  No comments

Sebulan yang lalu, saya iseng-iseng ikutan lomba menulis cerpen yang bertema #CeritaCintaKota. Iye, itu loh lomba yang dibikin sama @_PlotPoint. Dan tahukan kamu? Saya nggak menang. Apa? SAYA NGGAK MENANG. Jelas? Puas? -,-
Dan karna enggak menang, saya posting saja lah cerita pendek (absurd+cemen) saya. Ini mengerikan loh, masih yakin mau baca? Kalo enggak, buruan close tab ini!
.
.
.
.
.
.
Loh? Masih kekeuh mau baca? Ya sudah, saya sudah katakan sebelumnya, ini mengerikan. Segala hal yang terjadi setelah kamu membaca cerpen di bawah ini, bukan merupakan tanggung jawab saya. Mari disimaaaakk~

Hujan di Purwokerto
oleh: Brian Ramadhan Putra
hujan, kenangan
Gambar dari sini
 
 It’s you.. yes it’s you that I adore~
It’s you.. who makes my life so colorfull~
(Mocca – You)
Hujan lebat mengguyur Purwokerto sore itu. Rasya dan Vino berteduh di depan sederetan ruko yang terletak di timur Tamara Plaza. Mereka berdua adalah sepasang sahabat yang sebenarnya saling jatuh hati, namun terlalu pengecut untuk mengakuinya.
“Vin, kamu tahu apa yang aku suka dari hujan?” tanya Rasya sambil mengusap-usap bahunya sendiri karna kedinginan.
“Emm.. hujannya!” Vino menjawab dengan nada sotoy.
“Bukan ih. Sok tau kamu. Yang aku suka dari hujan itu, pelangi. Pelangi itu indah, dan aku selalu yakin bahwa setelah hujan pasti ada pelangi. Ya, walaupun pelanginya entah muncul di mana, sih. Hehehe..” Rasya tertawa renyah.
“Itu mah berarti bukan hujannya yang kamu suka, tapi pelanginya. Woo..” Vino menoyor kepala Rasya.
“Hih! Tapi kan mana mungkin ada pelangi tanpa hujan? Hayo? Makannya aku suka hujan.”
“Berarti ibaratnya nih, kamu lebih suka sedih dulu, baru habis itu kamu bahagia. Gitu bukan?” lagi-lagi Vino berbicara dengan nada sotoy.
“Ya nggak gitu juga sih, Vin. Ih.. kamu deh.” Rasya cemberut akan ke-sotoy-an Vino.
“Hujannya kok nggak reda-reda ya, Sya? Kita jadi berangkat bimbel nggak nih?”
“Kalo nggak reda-reda ya udah, kita di sini aja. Haha” sampai akhirnya, Rasya dan Vino tindak menghadiri jadwal bimbel hari itu lantaran hujan.
Percakapan itu terngiang-ngiang di kepala Rasya saat ia memandangi hujan dari kamarnya sampai sebuah sms membuyarkan lamunannya.
Rasya, main yuk? Aku lagi liburan nih, sekarang udah di Purwokerto. Vino.
Jantung Rasya hendak loncat usai membaca sms itu.

28 January 2013

Mencari Pacar Anak Basket

  8 comments
gambar dari @oopssuspended

Sebelumnya, di sini mau saya tekankan dulu, bahwa sesungguhnya anak basket yang keren itu sedikit. Percayalah. Karena, kebanyakan itu keren banget. Yeh! :p

Ya, memang tidak sedikit orang yang bilang bahwa anak basket itu keren. Entahlah apa sebabnya, terutama cewek-cewek yang mengatakan seperti itu. Terus gimana nih? Enaknya dimulai dari mana? Dari hati ke hati atau gimana? #halah




Anak basket itu emang keren. Dari penampilannya. Dari gayanya. Dari cara dia mengolah bola sampe bolanya jadi adonan kue(?) Dari tampangnya. Em, bentar. Kalo dari tampang sih relatif. Dan di sini, saya mau kasih beberapa tips buat kamu-kamu yang pengen punya pacar anak basket. Biar enggak sembarangan, biar pas, dan biar greget! Rawr..

1. Jangan cari pacar anak basket yang posisinya playmaker. Playmaker itu banyak omongnya, suka ngatur-ngatur, dan biasanya maker itu tinggi badannya paling rendah dalam tim itu, atau dengan kata lain; paling pendek. Kamu mau nantinya kalo punya hubungan sama si playmaker ini kamunya diatur-atur gitu dan dianya banyak omong? Oya, selain itu, playmaker ini juga biasanya cuma kasih-kasih umpan aja, jarang nembak. Semacam PHP gitu. Pikir dulu deh..

2. Jangan cari pacar anak basket yang sukanya rebound atau biasanya berada dalam posisi Power Forward. Terlebih kalo kamu bukan mantannya temennya/musuhnya anak basket yang sukanya rebound itu. Soalnya, dia nggak bakalan doyan sama kamu yang bukan mantannya temennya/musuhnya anak basket yang sukanya rebound itu. Kan, anak basket yang sukanya rebound itu sukanya mungutin bola bekas/bola buangan, kalo diterapkan ke dalam dunia percintaan, sama aja kayak sukanya sama mantannya temennya/musuhnya anak basket yang sukanya rebound itu. Ribet banget ya yang satu ini. Pft!

3. Cari anak basket yang posisinya Small Forward. Small Forward ini orangnya pasti gigih dan pandai mencari celah. Kenapa bisa begitu? Timbul pertanyaan.. *halah* sebab, Small Forward ini tugasnya nge–drive atau dengan kata lain suka nerobos pertahanan lawan, meskipun dengan celah sekecil mungkin. Walau lawan sebesar apa pun, Small Forward akan melewatinya. Walau halangan untuk mendapatkan cintanya terhalang restu dari bapaknya si calon pacar sekali pun, Small Forward ini akan memperjuangkannya. Hyeah!

23 January 2013

Teruntuk Kamu

  10 comments
Teruntuk kamu, yang sudah melupakan cinta kita (yang dulu pernah ada).

Apa kabar? Cinta kita (yang sudah kamu lupakan) ingin tahu kabarmu. Aku dan cinta kita berharap kamu masih sehat dan tetap ceria seperti dulu. Atau mungkin lebih ceria. Ya walau ceriamu sekarang karena kekasih barumu, sebenarnya itu masalah, namun, apa daya bagiku?

Malam ini, awan kelabu menyelimuti bumi, di luar sana hujan lebat, dan angin bertiup dengan hebat. Apakah kamu berada di dalam rumah dengan pakaian hangat dan secangkir teh panas, saat ini? Lagi-lagi cinta kita (yang sudah kamu campakkan) menanyakan keadaanmu. Dia khawatir, kalau saja kamu sedang di luar rumah dan kedinginan. Oh, tak lama kemudian dia sadar, mungkin dia tidak perlu khawatir lagi, pasti kekasih barumu sudah menghangatkanmu dengan peluknya, kan?

Selain membawa berkah, hujan juga turut membawa kenangan. Ya, kenangan tentang aku, kamu, dan cinta kita (yang bukan lagi apa-apa bagimu) perlahan membesit di benakku. Tentang bagaimana semesta mempertemukan kita. Tentang bagaimana cinta kita mulai tumbuh lalu perlahan menjembatani hatiku dan hatimu hingga jembatan itu menjadi kokoh dan megah. Sampai tentang bagaimana kamu menyia-nyiakan cinta kita yang sungguh mempesona, dulu. Rasanya, hatiku seperti tersayat-sayat ketika memori itu kembali melintas di otakku.

Oh iya, tahukah kamu, bagaimana keadaan cinta kita (yang kamu sia-siakan begitu saja) sekarang? 3 hari yang lalu aku sempat mengunjunginya. Dia terlihat begitu rapuh, seperti kayu yang termakan usia dan diselubungi rayap. Tetapi dia tetap mencoba untuk tegar, walau kenyataan tak seindah harapan, walau tiada lagi yang menemani, walau tiada lagi yang peduli. Padahal, dulu, dia begitu bersemangat menghadapi hari-harinya, begitu hebat, begitu kuat, saat aku dan kamu menemani dia. Ya, walaupun hanya aku dan kamu yang menemani cinta kita, tetapi dia bisa menjadi begitu super.

Sekarang, cinta kita (yang dulunya begitu super) sedang merindukanmu. Sungguh merindu. Dia ingin sekali dijenguk olehmu, tap apalah walau hanya sesekali. Tak apalah walau kamu akan menjenguk dia bersama cinta barumu, yang terpenting kamu mau menjenguknya, urusan kamu datang dengan cinta barumu atau tidak itu belakangan, katanya. Bisa kan kamu luangkan waktumu sejenak untuk menjenguk dia? Lewat surat ini, aku memohon kepadamu, cinta pertamaku. Sebelas menit saja, itu sudah lebih dari cukup.

Dan sebelum surat ini berakhir, aku ingin katakan, “Aku dan cinta kita (masih) mencintai kamu”. Tertanda, aku dan cinta kita (yang dulu pernah ada).

08 January 2013

Indah

  No comments


Indah.
Dunia ini begitu indah ketika aku dan kamu bersatu dalam sebuah ruangan yang memang hanya dapat menampung kita berdua, bukan? Ruangan bernada cinta, beraroma rindu, serta penuh makanan. *sumpah, bagian ini #apabangetsih*

Indah.
Ketika tidak ada jarak antara kita, sejengkal pun tidak ada. Itu indah. Rasanya energi di tubuhku terus terisi ketika tidak ada jarak di antara kita. Karna tanpa jarak, aku dan kamu pasti mampu melawan dunia. *buahahaha makin ngaco*

Indah.
Ketika kamu memakai baju putih dan air hujan menerpamu. Itu indah. *kyaa~ mesum... -_________-* #delete

Indah.
Bahwa sesungguhnya, sampai di sini, aku bingung harus bagaimana lagi mendefinisikan indah itu apa. Karna tiap kali aku memikirkan apa itu indah, dirimulah yang tergambar jelas di pikiranku. *halaaaaaaaaaaaah*