17 December 2012

Jika Matahari Terbit Dari Barat

  No comments


Jika matahari terbit dari barat
Masihkah kau mencintaiku?
Dengan segenap jiwa ragamu?

Jika matahari terbit dari barat
Masihkah kau sudi memelukku?
Memelukku dengan erat dan tanpa ragu?

Jika matahari terbit dari barat
Masihkah kita saling bersanding?
Layaknya Alfamart dan Indomaret?

Jika matahari terbit dari barat
Masihkah kita saling mengasihi?
Layaknya kasih 2 merpati yang tak pernah mati?

Jika matahari terbit dari barat
Masihkah kau akan menyuruhku tidur,
Seperti saat tengah malam, saat aku masih terjaga?

Jika matahari terbit dari barat
Masihkah kau akan “hei, makan dulu!”?
Layaknya alarm yang terus mengingatkan setiap waktu makan tiba?

Jika matahari terbit dari barat
Masihkah lengkungan indah itu untukku?
Lengkungan indah yang bahkan lebih indah dari pelangi, biasa kusebut; senyummu.

Jika matahari terbit dari barat
Masihkah kita akan saling merindu?
Merindukan sesuatu yang tak tentu dari masing-masing kita?


Jika matahari terbit dari barat
Mungkin aku tak kan sempat memikirkanmu lagi
Sebab, aku sibuk memikirkan “benarkah ini kiamat?

Ini kah kiamat (akhir) bumi ini, atau, kiamat (akhir) cinta kita?

-ditulis dalam keadaan mabuk berat, mabuk fanta-

No comments :

Post a Comment