30 December 2012

Rindu

  No comments


“kamu itu nyebelin!”
“hah? hahaha kok aku sih?”
“soalnnya kamu bikin kangen! -,-”
Em, oke. Dari percakapan di atas bisa disimpulkan bahwa rindu itu menyebalkan. Terlebih rindu yang terus menggebu-gebu namun harus ditahan untuk beberapa hari, bahkan minggu, bahkan bulan, parahnya, kalo rindu di simpan selamanya. Hii~

Tapi, bisa disimpulkan juga bahwa orang yang selalu membuat kita merasa rindu itu menyebalkan. Terlebih jika kita tidak bisa melampiaskan rindu kita pada orang yang membuat kita merindukannya.

Eh, btw, itu percakapan apa ya? Oh iya, itu si Nimas yang bilang gitu semalem. :3 baru kali ini dia bisa begitu, em, if you know what I mean lah. (,--)

******

Rindu. Terkadang rindu itu seperti hujan. Datang dengan seenaknya tanpa peduli dengan keadaan orang-orang.
Rindu tercipta ketika 2 (atau lebih) orang tidak bertemu untuk beberapa saat, dan mereka memikirkan tentang orang yang beberapa saat tidak mereka jumpai. Duh, rumit. Mungkin gini; rindu tercipta ketika 2 (atau lebih) orang saling merindukan satu sama lain. Lah, sama aja, Crit! ( -,-)

Rindu. Terkadang rindu itu seperti banjir. Orang tak yang tak bersalah pun merasakannya.
          Jika kamu merindukan seseorang, apa yang akan kamu lakukan? Sms? Memandangi fotonya? Atau hanya menyimpannya dalam hati saja? Bah! Temui dia yang kau rindu. Kalau memang keadaan tidak memungkinkan, telpon! It will be better if you do what I said. Wkakak mboh, ra urusan karo grammar. :p

Rindu. Terkadang rindu itu seperti berandalan. Susah diatur.
Ketika rindumu sudah kebangetan dan masih saja tersimpan direlung hati, maka perlahan rindu itu akan berubah wujud jadi marah-marah-geje. Dasar.. ( -,-)

18 December 2012

Parfum dan Kenangan

  No comments

parfum, kenangan, ucrit,


Seharusnya, satu wangi parfum di dunia ini, hanya dimiliki oleh satu orang.

Selain hujan, parfum juga bisa membangkitkan kembali kenangan yang telah lama mati. Walau akhirnya menyakiti hati kita sendiri.

Apa kau tahu, sakitnya mencium aroma parfum seseorang yang pernah mewarnai hari-hari kita, namun pada akhirnya seseorang itu juga yang menghapus warna-warna itu?

Namun, aku juga tak mungkin menyalahkan pabrik parfum yang membuat aroma yang menyayat hati itu, kan? Lalu, siapa yang pantas kusalahkan? Apa rasa cinta 
kepadamu yang enggan pergi ini? Tidak.

Tidak salah lagi, memang rasa cinta yang enggan pergi ini lah yang pantas disalahkan. Atau mungkin, kamu, yang terlalu menguras isi pikiranku, yang pantas disalahkan? Atau mungkin, kamu yang sudah menyakitiku tanpa ragu dan sesal sedikit pun, yang pantas disalahkan? Entahlah.

Entahlah siapa yang pantas, yang jelas, satu wangi parfum di dunia ini, harusnya hanya dimiliki oleh satu orang. Jadi, tak ada wangi parfum yang sama, dan itu urusan pabrik parfum untuk membuat milyaran wangi yang berbeda untuk setiap orang.

17 December 2012

Jika Matahari Terbit Dari Barat

  No comments


Jika matahari terbit dari barat
Masihkah kau mencintaiku?
Dengan segenap jiwa ragamu?

Jika matahari terbit dari barat
Masihkah kau sudi memelukku?
Memelukku dengan erat dan tanpa ragu?

Jika matahari terbit dari barat
Masihkah kita saling bersanding?
Layaknya Alfamart dan Indomaret?

Jika matahari terbit dari barat
Masihkah kita saling mengasihi?
Layaknya kasih 2 merpati yang tak pernah mati?

Jika matahari terbit dari barat
Masihkah kau akan menyuruhku tidur,
Seperti saat tengah malam, saat aku masih terjaga?

Jika matahari terbit dari barat
Masihkah kau akan “hei, makan dulu!”?
Layaknya alarm yang terus mengingatkan setiap waktu makan tiba?

Jika matahari terbit dari barat
Masihkah lengkungan indah itu untukku?
Lengkungan indah yang bahkan lebih indah dari pelangi, biasa kusebut; senyummu.

Jika matahari terbit dari barat
Masihkah kita akan saling merindu?
Merindukan sesuatu yang tak tentu dari masing-masing kita?