13 November 2012

Luka Hati [Part VI]

  3 comments


1 minggu pun berlalu. Waktunya untuk ujian pun datang. Namun, Reza dan Vina kembali sama-sama tidak saling menghubungi satu sama lain. Hal ini tentu saja membuat perasaan Vina tidak tenang saat menghadapi ujian.
Memang iya, Vina melihat raga Reza di sekolah, namun, sikap Reza yang begitu dingin membuat Vina tidak merasa ada Reza di situ. Seperti melihat mayat yang berjalan saja.
4 hari berlalu begitu saja. Ujian pun berakhir. Semua anak-anak pun merasa begitu lega, begitu bebas, begitu senang. Namun tidak bagi Vina, Vina masih saja memikirkan tentang hubungannya dengan Reza.
Ego Vina yang begitu tinggi ternyata mampu mengalahkan perasaannya. Karna ego lah, Vina tidak pernah menghubungi Reza terlebih dahulu, padahal Vina tahu dia butuh kejelasan dari Reza. Vina termasuk perempuan yang selalu menunggu, menunggu, dan menunggu. Maunya, Reza lah yang menghubungi Vina terlebih dahulu untuk membicarakan hubungan mereka.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu. Tak terasa hampir sebulan, Vina dan Reza masih sama-sama tidak saling menghubungi. Sekarang, status hubungan mereka menjadi gantung. Pacaran? Iya, tapi tidak pernah berhubungan. Enggak pacaran? Enggak, masalahnya mereka belum putus.
Kebetulan minggu depan ada acara prom night di sekolah Reza dan Vina. Sekolah mereka memang rutin menggelar acara tersebut bagi anak-anak kelas 3 yang baru saja melaksanakan ujian setiap tahunnya. Satu anak dari dalam sekolah, bebas mengajak satu anak dari luar sekolah. Jadi, tidak menutup kemungkinan bagi yang mempunyai pacar di luar sekolah untuk membawa pacarnya ke acara prom night itu.
Acara tersebut juga mengharuskan setiap anak memiliki pasangan pada malam itu. Semuanya wajib memiliki pasangan, tapi tidak harus berstatus pacaran. Cuma wajib berpasangan malam itu. Mau bawa adik/ kakak/ saudara/ gebetan/ mantan/ siapa saja buat dijadikan pasangan pada acara prom night itu, bebas.
Vina yang masih menomor satu kan egonya, enggan memohon pada Reza untuk menjadi pasangannya pada acara prom night. Vina lebih memilih Vino, mantan kekasihnya, untuk menjadi pasangannya pada acara prom night.
“Vino.. minggu depan kamu dateng ke prom, kan? Sama siapa?”, tanya Vina melalui sms.
“Kebetulan, belum ada. Nggak tau mau sama siapa. Hehe.. kenapa?”
“Em, sama aku aja yuk? Mau, kan?”
“Loh, kamu nggak sama Reza?”
“Reza? Reza ya? Ah, udah lah, aku maunya sama kamu. Gimana? Mau nggak?”
“Mau sih. Tapi, kalo nanti jadi terjadi masalah sama Reza, bukan salahku dan bukan tanggung jawabku loh ya?”
“Oke bos! :D”
Vina dan Vino sepakat untuk menghadiri prom night secara berpasangan.
******
Malam yang ditunggu-tunggu oleh banyak anak itu pun akhirnya tiba. Dengan dress berwarna merah tua, rambut panjang yang dibiarkan terurai, make up sederhana dan wedges abu-abu, Vina terlihat begitu anggun malam itu. Vino yang tidak terbiasa berpakaian rapi, hanya berpakaian seadanya saja. Dengan celana jins hitam yang agak ketat, kaos abu-abu polos yang ditumpuk dengan kemeja casual, dan sepatu distro kesayangannya serta rambut yang acak-acakan. Tidak seperti anak-anak lain yang memakai kemeja formal, celana bahan, sepatu pantofel dan rambut klimis.
Malam itu, Vina dan Vino terlihat masih serasi. Masih serasi seperti pertama kali berjalan bersama. Di sudut lain, terlihat sepasang anak muda yang cukup membuat Vina dan Vino kaget. Reza dan Shila. Tanpa diduga oleh Vina, Reza datang bersama perempuan lain malam itu.
“Vina, itu.. Reza, kan? Kok sama Shila?”, Vino bertanya dengan nada terheran.
Vina hanya terdiam memandangi Reza dan Shila yang sedang asyik mengobrol sambil menikmati minuman yang tersedia.
“Vina.. Vina...”, Vino menepuk pundak Vina.
“Eh, iya, itu Reza. Siapa? Shila? Kamu kenal?”
“Jelas kenal lah. Dia kan temen aku, kita satu tim basket. Katanya juga dia temen SMP nya Reza kok. Reza nggak pernah cerita sama kamu?”
“Ohh.. temen SMP.”, jawab Vina jutek dan kesal.
 Vina bergegas menghampiri Reza dengan amarah yang menggebu-gebu di dalam hatinya.
“Oh! Jadi ini alasan kamu minta putus dari aku waktu itu?!”, tanya Vina pada Reza dengan nada agak tinggi.
“Vina, nggak usah marah-marah di sini juga kali. Malu sama yang lain”, bisik Vino.
“Vino, diem.”, Vina berkata pada Vino dengan nada seolah-olah mengancam, lalu melanjutkan, “Aku kira kamu cowok baik-baik, Za. Tapi tenyata kelakuan kamu juga sama aja kayak cowok-cowok lain ya. Taik!”, Vina mulai memaki-maki Reza dan perlahan air matanya meleleh dari pelupuk matanya.
Reza masih terdiam dan membiarkan Vina melampiaskan kemarahannya.
Semua pandangan anak-anak yang ada hadir pada prom night itu tertuju pada Vina.
“Kalo kayak gini, yaudah deh, Za. Makasih buat semuanya selama ini ya. Semoga kamu bisa bahagia sama perempuan yang ada di sampingmu sekarang itu.”, Vina melanjutkan kalimatnya dengan terisak. “Ayo, Vin. Kita pulang aja.”, ajak Vina pada Vino.
“Za, itu tadi siapa? Katanya kamu nggak punya pacar?”, tanya Shila.
“Itu tadi ..tadi emang pacarku. Aku sama dia emang belum putus, Shil. Maaf ya..”
“Kenapa kamu bohong sama aku? Aku nggak suka sama pembohong, dan aku juga nggak mau punya hubungan sama orang yang masih berhubungan  sama orang lain.”, Shila mempertegas.
Reza hanya bisa terdiam setelah semuanya terungkap.
Mulai saat itu, Vina dan Reza tidak pernah berhubungan lagi. Walaupun terkadang masih bertemu di sekolah, tapi mereka seperti dua orang yang tidak saling kenal satu sama lain.
Seminggu yang lalu, Shila dan Reza memang sudah resmi berpacaran, namun tanpa sepengetahuan Vina. Dan Shila juga tidak tahu kalau Reza sudah punya pacar terlebih dahulu. Dan sejak kejadian malam itu, hubungan Shila dan Reza mulai merenggang, dan akhirnya saling tidak mengabari satu sama lain.
******
Mencintai seseorang memang butuh pengorbanan, butuh kepercayaan, dan yang pasti butuh kesiapan untuk disakiti. Kita tidak pernah tahu kapan kita akan disakiti oleh orang yang kita cintai, tapi yang pasti, kita harus siap jika suatu saat hal itu terjadi. Supaya luka yang tercipta di hati ketika kita tersakiti, tidak membekas dan bisa cepat terobati. Tapi, jika kita bisa belajar dari luka itu, maka luka itu akan mendewasakan kita.
Setelah lulus SMA, Vina, Vino, Reza, dan Shila punya jalan masing-masing. Vina dengan luka di hatinya, melanjutkan kuliah di Jogja. Vino yang diam-diam masih menyimpan perasaan pada Vina, melanjutkan kuliah di Bandung. Reza dengan segala penyelsanannya masuk akpol. Dan Shila yang masih bisa ceria, akhirnya kuliah di Jogja.
6 tahun kemudian, Vina sukses dengan usaha butiknya, dan ia juga bekerja sebagai sekretaris manager di sebuah perusahaan swasta di Jogja. Vino mantap sebagai pemain basket profesional dan dia juga punya sebuah band ber-genre jazz. Reza sudah menjadi polisi, dan Shila bekerja di sebuah event organizer.
Vino yang sudah menjadi pemain basket profesional itu, sudah mantap dengan model cantik asal Bandung. Reza pun mantap dengan anak dari kapolres setempat, tempat Reza bekerja. Dan Shila? Shila dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Shila merasa cocok dengan lelaki yang dijodohkan dengannya. Dari ke empatnya, hanya Vina yang masih belum menemukan jodohnya. Walaupun hidupnya sudah mapan, namun hatinya masih berantakan. Vina masih kesusahan menata hatinya. Mungkin 1 atau 2 atau 3 atau entah berapa tahun lagi, ia baru bisa menata hatinya setelah semua luka yang ada di hatinya benar-benar sirna.
The end...


Ya ampun! Bikin ginian aja sampe sebulan. Makasih buat semuanya yang udah kasih support buat saya ya! :D
Maaf ya kalau masih banyak (banget) kekurangannya. Namanya juga belajar. Namanya juga amatir. Namanya juga newbie.
Maaf kalau kebanyakan typo, kalau judul sama isi ceritanya juga (saya pikir) nggak nyambung. Maaf banget-bangetan pokoknya deh.
Boleh lah kasih komentar, kritik, saran sepedas-pedasnya gitu, demi kebaikan saya dan tulisan saya. Biar tulisannya enggak gitu-gitu aja. Biar ke depannya bisa lebih baik, dan juga, biar bisa mengharumkan nama almamater dan nama bangsa. (>..<!!)9
Saya tunggu loh komentar, kritik, saran, dan pulsa 20ribunya. Saya tunggu, beneran, saya tunggu. Jangan sampe enggak kasih ya! ;)
“Mau kasih kritik/ saran/ komentar di mana, Crit?”
Itu tuh, di bawah ini. Di komeng box! :D

3 comments :

  1. Sekarang ane baca cerita ente crit, tapi next time ente yang baca cerita ane XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. siap! tinggal kirim link cerita ente, ntar ane baca, dan ane komen jugak. :D

      Delete