27 November 2012

Analogi Cinta

  No comments


Kadang kala kita butuh analogi untuk sesuatu yang sulit dipahami, terutama cinta. Kalo kamu tanya ‘apasih cinta itu?’ ke orang-orang, jawabannya pasti beda-beda. Dan saya yakin, kalau IQ kamu tiarap, kamu nggak akan menemukan kesimpulan dari jawaban orang-orang yang kamu tanya ‘apasih cinta itu?’.
     Nah, makanya, di sini saya akan mencoba menganalogikan ‘Cinta Itu Gigi’. Beh, keren nggak? Udah yuk simak aja..


Cinta itu kayak gigi.
Kalo kita kehilangan gigi, rasanya hampa, ompong. Sama kayak hati kita kalo kehilangan orang yang kita cintai.

Cinta itu kayak gigi.
Kalo nggak ada gigi, kita susah hidup. Sama kayak kalo nggak ada cinta, susah hidup.

Cinta itu kayak gigi.
Perlu dibawa ke dokter setiap 6 bulan sekali, supaya tetap sehat.

Cinta itu kayak gigi.
Sama-sama bisa rapuh kalo enggak dirawat dengan benar.

Cinta itu kayak gigi.
Banyak gigi yang bau, begitu pula cinta. Busuk.


Cinta itu kayak gigi.
Pas putus, rasanya sakiiitttt banget. Tapi setelah itu akan tumbuh cinta/gigi baru yang lebih indah.

Cinta itu kayak gigi.
Harus tetap rapat biat ‘kuman’ susah nyelip.

Cinta itu kayak gigi.
Harus kuat nahan panas maupun dingin.

Cinta itu kayak gigi.
Yang rajin disikat, yang rajin dirawat, pasti indah, sehat, kuat.
Gigi itu putih. Cinta pun begitu. (kecuali yang jarang disikat)

Gigi bisa mencabik-cabik hati.
Cinta (yang tak terbalas) juga bisa mencabik-cabik hati.
Gigi letaknya di dalam tubuh kita. Cinta juga begitu.
Jadi cinta itu kayak gigi.

Masih nggak maksud juga kalau cinta itu kayak gigi? Hah? Oh baguslah kalo maksud. Udah ye..

Tambahan: sebenarnya, postingan ini didedikasikan untuk gigi saya yang tadi padi meninggalkan gusinya dengan cantiknya. RIP Ucrit’s Tooth.

No comments :

Post a Comment