31 October 2012

Siapa Saya

  No comments


Saya termasuk tipe orang yang mudah dipengaruhi dalam hal apa pun. Misal, teman saya baru saja beli sebuah makanan yang sebenarnya sudah biasa saya makan, tetapi saya melihat dia dengan begitu nikmatnya melahap makanan itu, saya jadi terpengaruhi untuk membeli makanan jenis itu (padahal sudah sering makan). Dan ketika saya makan, rasanya juga biasa saja. Ini tentu aneh.
Ada lagi ketika teman-teman saya memainkan game-game lama di laptop mereka. Mereka terlihat begitu fun dengan game itu, lalu saya ikut terpengaruhi untuk memainkan game itu. Padahal, game itu sudah saya tamatkan beberapa kali sampai saya merasa jenuh, tapi berkat pengaruh dari teman, saya jadi ikut mainan lagi. Tapi kok enggak se-fun mereka, ya? Ini juga aneh.
Sampai-sampai masuk ke urusan blog ini, kebanyakan yang ada di blog ini adalah hasil dari pengaruh orang lain.

******

Dulu, waktu pertama kali ngeblog (SMP), waktu masih cupu-cupunya, saya cuma mengisi blog saya dengan gambar-gambar yang saya suka dan artikel-artikel hasil copy-paste dari situs-situs yang enggan saya sebutkan (blog-nya masih ada, klik di sini kalo mau liat).
            Sampai akhirnya, blog saya yang terdahulu saya abaikan begitu saja. Saya tinggalkan tanpa memberi kabar terlebih dahulu. Saya lupakan seakan saya tidak pernah memilikinya. Persis seperti orang yang menghilang secara diam-diam dan misterius serta tidak pernah membari kabar lagi pada orang yang dicintainya. #opoohhh

Kelas 3 SMA, setelah menonton film Kambing Jantan, saya jadi punya motivasi lagi untuk ngeblog. Tapi waktu itu saya masih setengah hati untuk mulai ngeblog lagi. Alasannya? Males ngulang dari awal. Ya, seperti malasnya memulai suatu hubungan dari awal lagi, di mana ada saat canggung-canggungan, malu-maluan, dan masih ‘kaku’.
            Namun semua itu berubah saat negara api menyerang teman saya, sebut saja Arya (nama asli), mengajak saya untuk ngeblog lagi. Akhirnya saya terpengaruh untuk mulai ngeblog lagi – sampai saat ini ­­­­­­­­­­­­­­­­­–.


Sejak saat itu, saya mulai tertarik (beh, tertarik?) dengan sosok Raditya Dika. Blogger yang sukses membukukan blog-nya dan akhirnya menjadi penulis buku-buku komedi sukses memengaruhi saya, tulisan saya dan segala hal tentang blog saya.
Saya juga jadi termotivasi untuk membukukan blog saya, waktu itu.
Dan jadilah blog saya waktu itu dengan tagline “Brian Ramadhan, dan Hal Absurd Lainnya”. Cupu abis. Saya mencontek abis apa yang sudah dilakukan sama Radit. Mulai dari konten-konten blog-nya, tagline blognya, kata-katanya, dan banyak lagi.
Lama-kelamaan, saya juga merasa bingung sendiri mau mengisi blog saya dengan apa lagi. Karna saya rasa hidup saya tidak se-absurd hidupnya Radit, yang selalu mengalami hal-hal absurd dalam hidupnya.

Dan beberapa bulan kemudian, saya mengenal sosok Alitt Susanto. Saya kenal baik dengan beliau (jeh, beliau... -___-). Ya walaupun saya yakin bahwa beliau tidak kenal baik dengan saya. 
Saya mulai beralih mengisi postingan blog saya yang dari semacam Radit menjadi semacam Alitt. Saya mulai mengubah-ubah apa yang ada dalam blog saya; postingan sesat/ bacaan sesat.
Alitt yang terkenal sebagai mahasiswa abadi serta sesat itu berhasil memengaruhi gaya penulisan saya. Saya jadi sering nulis tentang tips-tips sesat, tidak jauh beda dengan apa yang dilakukan oleh Alitt, di blognya. Lagi-lagi saya terpengaruh.

Dan belakangan ini, saya lagi gencar-gencarnya menulis cerita fiksi berbau romance. Ya, ini jelas pengaruh dari Bernard Batubara.
Setelah membaca bukunya – Kata Hati –, hati saya tergerak untuk menulis seperti apa yang Bara tulis. Alasannya? Alasannya simpel: setelah bukunya Bara terbit, saya tahu bahwa mayoritas pembaca buku-buku seperti ini adalah kaum hawa, dan kebanyakan behh, bikin mimisan. Dan suatu saat, saya juga ingin seperti itu. Hadeh...

Jadi, yang ingin saya tanyakan adalah, siapa sebenarnya saya? Sampai kapan saya dan tulisan-tulisan di blog saya akan terus terpengaruhi seperti ini? Apa saya harus bertapa selama 6 bulan di kawah Merapi dahulu supaya saya kenal betul siapa sebenarnya saya?

No comments :

Post a Comment