29 October 2012

Hati Kecil

  1 comment


"LDR ya?"
"Iya.."
"Udah berapa lama?"
"Sekitar 2 .. 3 bulanan"
"Oh, belum lama-lama banget berarti. Emang enaknya LDR apa sih? Kan jauh gitu, nggak bisa saling menjamah. LDR juga single yang tertunda."
"Enaknya LDR ya bisa diem-diem selingkuh sih, apalagi kalo jauh gitu. Ya emang sih, tapi kan, setidaknya kita punya kebanggaan, walau jauh di sana~"
"Emang pacarmu bangga pacaran sama kamu?"
"Oh iya! Nggak tau juga. Nanti deh saya tanyakan."
"Terus ketemuan berapa minggu/ bulan/ tahun sekali?"
"Ya, nggak pasti. Seadanya waktu, sesempatnya waktu. Tergantung waktu yang mempertemukan kita. Kadang saya bisa, dianya enggak. Dia bisa, sayanya enggak. Waiting for the right time, right moment."
“Terus, kalo ketemuan ngapain?”
“Cubit-cubitan. Jambak-jambakan. Pukul-pukulan.”
“Lhah? -______-”
“Hehehe ya nggak lah. Kalo ketemuan ya, ya gitu.”
“Oohhhh gitu ya?”
“Yoi.”
"Oiyah, emang kalo lammaaaaaaa nggak ketemuan gitu, nggak jenuh?"
"Jenuh lah, pasti. Setiap manusia kan punya titik jenuh tersendiri, apalagi dalam urusan seperti ini."
"Sadis. Terus kalo jenuh gitu, punya cara buat membunuh jenuhnya nggak?"
“Punya.”
“Caranya gimana?”
"Selingkuh."
“… Nggak takut ketauan?”
“Kan jauh... ada jarak yang membuat aman. Makin jauh, resiko ketauan selingkuh makin kecil.”
“Terus sekarang selingkuhan udah punya berapa?”
“Bentar… satu..dua..tiga..emp.. ah iya, belum ada!”
“Terus tadi ngitungin apa? -___-”
“Ngitungin kancing baju. Kenapa? Masalah?”
“Nggak. Nah kan belum punya selingkuhan tuh, jadi kalo jenuh gitu ya jenuh terus dong?”
“Nggak lah. Ada teman kok. Apa guna teman coba? Saya kan masih bisa tertawa bersama mereka, menghapus sejenak jenuh yang bergemuruh di hati.”
“Kalo temen lagi sibuk, gimana?”
“Ada internet. Internet itu pembunuh jenuh nomor 2 setelah tertawa bersama teman.”
“Kalo internet lagi nggak connect?”
“Tidur.”
“Kalo udah jenuh berat dan nggak ngantuk-ngantuk?”
“Ya nyemplung sumur aja sana. Situ siapa sih? Kepo bener.”
“Saya? Siapa? Iya, saya siapa ya? Mungkin saya hati kecil kamu yang sedang menemani kamu di saat semua hal yang bisa membunuh jenuhmu itu tidak bisa dilakukan.”
“Terus tujuan dari tanya-tanya sebanyak itu tadi apa?”
“Aku kan lagi nyoba membunuh jenuhmu. Pertanyaan juga seperti pisau, bisa membunuh.”
“Emm, gitu. Yaudah, makasih ya. Saya mau belajar. Salam buat orang tua dan pacar kamu, kalo ada.”

Bisa nyimpulin sendiri kan intinya apa? Kalo tetep nggak bisa, coba tanyakan pada hati kecilmu, “percakapan di atas intinya apa?”. ;)

1 comment :

  1. kereeeeenn.... mampir di blogku ya bangbro !
    amikomgue.blogspot.com

    ReplyDelete