30 September 2012

Mengurangi Kantuk Dalam Kelas

  No comments
Hoamm.. hoahemm.. hoaheuhem..hOueHauehOAm~ *jjah, lama-lama alay*

Gue tau kok (kyaa! Pake gue-elo-an lagi, gundulmu le~) emm bentar, enakan pake gue-elo apa saya-anda(kamu) gitu sih? Hah? Enakan yang mana? Jawab dong.. jawab! Jangan gantungin aku kayak gini. :((

Kalo pake gue-elo kan kesannya anak muda gitu, anak gawl, tapi kalo di-gawl-in ya nangis, lapor nyokap. Tapi, kalo pake saya-anda(kamu) kesannya dewasa gitu. Lebih berwibawa (walau sebenernya enggak, masih sering ingusan gini). Jadi gimana?

*2 hari kemudian*

Jadi, setelah mempertimbangkan ini semua dan setelah bertanya pada orang-orang yang sebenarnya kurang bisa dipercaya (karna kadang mereka saja kurang percaya pada diri mereka), diputuskan dalam penulisan tulisan di blog ini, sekarang dan seterusnya, akan menggunakan saya-anda(kamu). *ketok jidat* *jidatnya Om Mario*

Kok lama, Crit? Sampe 2 hari gitu?

Ya maklumin ya. Soalnya, untuk membuat sebuah keputusan yang besar diperlukan waktu yang cukup lama. Karna dampaknya juga akan lama. Jadi supaya nggak salah ambil keputusan ya dipikirnya harus bener-bener mateng, sampe kriuk krenyes gitu. Eh, itu garing ya? :-|

~~~~~~

Gimana? Dapet jadwal kuliah jam berapa?
Siang?
Dosennya siapa?
Hah? Yang ngebetein itu ya?
Yang nggak berjiwa komedi sedikit pun?
Wah, pasti ngantuk ya?
Btw, udah pernah nyoba nongkrong di Papiti belum?
Katanya, kemarin anaknya Pak RT daerahmu sunatan?
Sunat jaman sekarang habis biaya berapa sih?
*digampar pake cangkul*



Dapet jadwal kuliah siang-siang apalagi dosennya ngebosenin emang bikin ngantuk. Betul? Tul~
Tapi tenang saja, setelah saya melakukan berbagai penelitian selama-lamanya belakangan ini, hal itu bisa diminimalisir, asalkan, kamu mau kasih saya pulsa 20 ribu mengikuti apa yang saya sarankan di bawah ini. Mari kita berdoa sejenak, semoga dosen-dosen-yang-ngebosenin-yang-ngajar-jam-siang itu segera mendapat hidayah supaya bisa sedikit melawak di kelas, dan mari kita simak!

1. Jangan Makan Sebelum Masuk Kelas.

29 September 2012

Review: Kata Hati - Sebutlah Itu Cinta

  No comments


Ini memang buku galau.
“Ini buku Kata Hati, Crit! Bukan buku galau.”
Oh, iya..

Sejak pertama kali saya tahu buku ini akan terbit, saya memang sudah dibuat galau terlebih dahulu. Galau mau beli, apa enggak. Masalahnya apa? Masalahnya duit saya cuma pas-pasan waktu itu, dan bukunya masih langka. Susah sekali ditemukan di toko buku – toko buku Purwokerto dan sekitarnya.

Judul : Kata Hati
Penerbit : Bukune
Tebal Buku : viii + 196 hlm
Cetakan : Pertama
Harga : Rp. 39.000,- (bonus tanda tangan sama foto bareng penulis. :p)


Ini tentang kisah kehilangan,
ketika kau mendapati separuh hatimu kosong dan merapuh.
Atas nama ketidakpercayaan,
kita telah saling mengucapkan selamat tinggal.

Teks di atas merupakan sebagian dari sinopsis buku ini. Iya memang, monyet banget, kampret! Kalo yang pernah ngerasain kehilangan, pasti nyeesss kalo baca itu.

07 September 2012

Suatu Kamis Malam di Sosrowijayan

  2 comments

Kalian tau nggak kalau ternyata ada film Sex Is Zero 2? Hah? Apa? Udah tau ya? Wah, saya malah baru tau, kemarin di warnet deket kost-kostan saya, saya nemuin film itu.  Dan di warnet itu, filmnya behhh, bejibun guys! *bawa harddisk ke warnet*
Gang Sosrowijayan
sumber: panduanwisatajogja.com

Sore itu, kemarin, saya ke warnet dalam rangka pengen banget nonton video-nya StandUpPwt yang kemarin ditayangin di acara #1thnStandUpPwt. Hah! Komunitas yang sudi menerima kehadiran saya di tengah-tengah hangatnya kekeluargaan mereka, dan sempat mengajari saya bagaimana cara memikirkan apa yang tidak dipikirkan orang lain, atau cara menjelaskan suatu hal yang sepele dengan jalan pikiran yang berbeda, lalu diolah sedemikian rupa sehingga bisa menciptakan lengkungan indah di bibir Anda atau bahkan menciptakan tawa sampai berbusa. Oke, ini kepanjangan, Crit.
            Dan juga dalam rangka menjenguk blog saya yang belakangan ini saya abaikan begitu saja. Untunglah blog ini masih sehat, ya walau agak sedikit berkarat, tapi alhamdulillah masih bisa dipakai. *senyum kuda* *cium layar monitor yang lagi nampilin dasbor blog*

Dan malamnya, waktu lagi asyik-asyiknya ngobrol sama pacar teman baru (cie, Ucrit punya temen baru, cie~) emm, teman kost maksud saya, tiba-tiba ada sms dari teman saya, sebut saja Raay-susunan nama diacak-dan isinya:
“Crit, lagi ngapain? Sarkem yuk?” #jengjeng!!! (dengan bahasa ngapak tentunya, tapi itu sudah saya translate, soalnya translator google pun akan kebingungan jika diperintahkan men-translate bahasa ngapak ke bahasa indonesia)

Kemudian saya berfikir, ini anak lagi gila apa gimana? Tiba-tiba ngajak ke Sarkem? Apa karna saking jomblonya sampai ngajakin saya buat nemenin dia ke Sarkem. Oya, for your information aja, Sarkem itu kependekan dari Pasar Kembang, salah satu pasar di Jogja. eh, bukan pasar sih, eh, iya juga ding. Ah, entahlah! Di situ, kamu nggak akan menemukan kembang, tapi kamu akan menemukan ‘kembang’. Dari yang masih seger-segernya, masih mekar, sampai yang sudah layu.

Setelah sekian lama saya meyakinkan diri saya bahwa saya baru saja diajak oleh teman saya untuk main ke Sarkem, inget lho ya, main, bukan ‘main’. Nggak pake tanda kutip tuh. Saya pun mengiyakan untuk menemani dia ‘main’ main ke sana. Padahal tadi tuh lagi asyik-asyiknya ngobrol sama teman baru.

Enggak sampe sepuluh menit (sekitar pukul 19.20-an), teman saya sampai di kost-kostan saya, lalu saya pamit sama teman baru saya dan cus. Eh di jalan, saya baru ingat kalau saya belum sholat ‘isya. Astaghfirulloh~ bego bener. -___-

20 menit kemudian, saya sampai di Jalan Pasar Kembang. Yuhuu~ kembang-kembang, kemarilah. Saya tangkap kalian, lalu saya bawa kalian ke pondok pesantren.

Sampai di Jalan Pasar Kembang itu biasa saja kok. Belum ada tanda-tanda para ‘kembang’ yang lagi mencari mangsa. Saya pikir, saya datang terlalu dini, waktu itu masih pukul 20.15-an. Karna saya bingung, akhirnya saya putuskan bertanya pada Google. Tadinya saya berniat bertanya pada tukang becak di pinggir jalan, tapi ah, gila, saya masih terlalu unyu untuk menanyakan hal tersebut pada tukang becak.

Ternyata di google juga banyak cerita-cerita mengenai Sarkem ini, coba saja kalian tuliskan “Sarkem” di google, maka akan banyak sekali cerita-cerita mengenai Sarkem di sana.

Setelah saya telusuri, akhirnya saya menemukan di mana sebenarnya para ‘kembang’ itu menunggu mangsa. Tempatnya ada di Gang Sosrowijayan (berseberangan dengan Stasiun Tugu). #jengjeng~ lalu saya dan teman saya memutuskan untuk memarkirkan motor kami di Stasiun Tugu. Hahaha! Saking bingungnya mau parkir di mana, akhirnya saya menyarankan untuk parkir di Stasiun Tugu saja, yang saya pikir akan aman-aman saja jika motor kami di parkirkan di situ, dari pada parkir di pinggir jalan yang nggak jelas gitu. Hehehe…

Saya masih tertawa dalam hati dan mengucap istighfar berkali-kali, ini pertama kalinya saya ke tempat beginian, tapi saya nggak mau ‘begituan’ lho.

Memasuki gang sempit, yang hanya pas saja jika dilalui orang 2 bocah yang masih unyu-saya dan teman saya- tiba-tiba ada petugas di situ yang menghentikan langkah kami.
“Dua ribu, Mas.”
“HAH? DUA RIBU ITU UDAH BISA ‘MAIN’ DAN BEBAS MILIH, PAK?!!?!?!!”
“Uang kebersihan, Mas. Kalo mau ‘main’ ya bayar sendiri.”
“….” Sambil menyerahkan uang.

06 September 2012

Barang Yang Wajib Dimiliki Anak Kost

  No comments

KYAA KYAAA AKHIRNYA OSPEK KELAR JUGA!! #ENGGAKSANTE #CAPSCOPOT #PASANG LAGI

Oke-oke, saya tahu bagaimana rasanya jadi jomblo ngenes anak kost. Apalagi buat kamu-kamu yang pertama kali ngekost. Jauh dari orang tua, dari kakak, dari adik, dari pacar (kalo punya) dan jauh dari orang-orang yang kalian sayangi. *lap ingus*
Dan sebagai anak kost yang masih newbie atau masih termasuk level ayam, saya tahu betul bagaimana rasanya. Kesepian. Kesendirian. Kelaparan. Plenggang-plenggong. Glasar-glosor. Waiting for nothing. Tapi, apa kamu mau hidup kamu di kost-kostan berjalan seperti itu setiap hari? Enggak kan? Kaannnnn~ nah, demi meminimalisir ke-mati-gaya-an mu di kost-kostan, kamu wajib punya satu dari sekian barang-barang yang akan saya sebutkan di bawah ini. Mari kita simak! ~ ~ ~(\ ‘o’)/

1. Buku.
Setidaknya kamu punya buku bacaan di kamar kos, minimal satu. Entah itu novel, komik, kumpulan puisi, majalah dewasa, atau apa pun yang berbentuk buku dan bisa dibaca. Kalau nggak punya, pinjam! Pinjam teman, atau pinjam ke perpustakaan. Dan kalau emang males pinjem atau jaim, ambil apa saja yang kamu temukan di jalan (yang bisa dibaca tentunya) dan bawa ke kost kamu. Setelah kelar dibaca, jangan dibuang. Kumpulkan saja. Suatu saat nanti pasti berguna. Contoh: kalo udah banyak kertas/ buku yg kamu punya dari hasil ambil di jalan dan kebetulan akhir bulan (nggak punya duit), kamu bisa jual kertas-kertas dan buku itu buat beli makan. Aha! Jeniusnya kamu, Crit!

2. Laptop/ PC.
Seiring berkembangnya zaman dan harga pertamax yang naik-turun, Laptop/PC adalah teman terbaik anak-kos-yang-kesepian selama harga peramax naik-turun. Ya, saya tahu itu sama sekali tidak berhubungan. Kamu bisa main game, nonton film, internetan (kalau ada koneksi internet tentunya) dan banyak lagi. Jangan lupa sharing 3gp film-film terbaru sama teman-teman kamu, biar hidupmu di kost bisa makin meriah.

3. Teman SMS-an.
Buat apa punya hape 10 kalau nggak punya temen sms-an? Hahaha..