15 December 2011

Sedikit Catatan Dari Sang Pecundang

  No comments
Selasa, 29 November 2011.
Sejak hari itu, sejak ditetapkan bahwa classmeeting semester  ini ada ‘basket’, gue seneng bukan main. Kenapa? Ya, karena selama ini classmeeting cuma futsal terus dan yang jadi juara juga anak-anak kelas itu terus. Tapi kali ini, mungkin pengurus osis benar-benar mengerti perasaan gue. Salut… Ditambah pula, hari itu diumumkan kelas mana yang akan jadi partner gue dalam classmeeting, dan, ternyata gue (XII IPA 4) jadi satu tim sama XII IPA 3. Sang juara futsal di SMA. Wahh! Gue makin girang, segirang tante2 yang abis dapet brondong maco di mall..

Sejak saat itu, konsentrasi gue udah teruju pada classmeeting ‘basket’ itu. Wah nanti gimana ya? Gue lawan siapa ya? Gue harus menang kali ini! Tapi, sebelumnya gue harus berkonsentrasi dulu sama UAS gue. UAS terakhir di SMA, ya, gue baru sadar kalo kemaren itu UAS terakhir gue selama bersekolah di SMA. Besok di semester 2 (dua), udah gak akan ada lagi yang namanya UAS, apalagi UTS. Yang ada itu UN. UN!! Ahh, saya jadi merindukan momen2 itu. Momen2 di mana kami mengerjakan soal bersama-sama dalam satu ruangan, kami pusing bersama, serta kami mencontek (bener gak sih mencontek?) bersama. Ughh! Masa-masa SMA memang tiada duanya, betul? J

Seminggu kemudian UAS berakhir, dan seminggu itu pula gue belum juga sadar kalo gue baru aja ngejalanin UAS terakhir gue selama bersekolah di SMA. Nah, beberapa hari kemudian, gue baru sadar juga, kalo itu UAS terakhir bagi gue. Mungkin, gue ngerjain soal2 UAS juga dengan ketidaksadaran, seperti dibawah pengaruh alkohol. Istilah gaulnya, mabok. -_-

Beberapa hari sebelum jadwal classmeeting basket tiba, kami (XII IPA 3-4) melakukan latihan bersama. Ya, konyol. Dengan skil yang pas2an, tampang pas2an, isi dompet juga pas2an, kami pun memulai latihan basket. Ya, tidak nyambung memang. Dimulai dari lay up, under ring, shooting, sampai defense, semua kami lakukan dengan kepunyaan pas2an yang kami miliki tadi. Krik.

Oya, FYI aja, musuh gue kelak dalam classmeeting itu kelas XII IPA 5 – IPS 3. MasyaAlloh, banteng semua…

Rabu, 14 December 2011.
Finally, hari yang gue tunggu2 pun tiba. Yah, hari ini. Gue udah berharap banget, ini bakalan jadi hari gue. “I hope today, will be my day”, kata gue dalam hati sambil makan roti selai kacang. Dan singkat cerita, pertandingan pun akhirnya tiba. Jeng jeng jeng…


Jauh hari sebelum hari ini tiba, sebenernya gue udah ngerasa kaya ada suatu ketidakadilan di sini. Masa iya, tau2 gue dkk dapet lawan Tegar dkk. Teknikal meeting nya kapan coba? Pengurus osis enggak bilang2 kalo mau teknikal meeting, atau memang tidak ada teknikal meeting, atau juga emang sengaja gue dkk dipertemukan dengan Tegar dkk pada pertandingan pertama? Hmm gue pun gatau, rahasia Illahi, mungkin.

Lanjut ke pertandingan, pertandingan berjalan sengit di quarter pertama. Bisa dibilang bukan pertandingan basket lagi, tapi pertandingan basket-semi-futsal. Ya, soalnya dari kubu Tegar dkk yang main itu mayoritas anak2 futsal. Ya gitu deh, kata gue dalam hati. Terus, gue juga agak nyesel kenapa wasitnya cuma satu, dan gue rasa itu pun kurang tegas. Gue merasa dilanggar berulang kali, tapi dibiarkan begitu saja oleh wasit, begitu pula temen2 gue, Yoga, Adam, Dopil, Candra, mereka juga merasakan hal yang sama kayak gue. Hmmm, yasudah…  Saking sengitnya quarter pertama ini, skor yang tercetak juga baru sedikit, yaitu 4 sama yang bertahan sampai turun minum.

Lanjut quarter ke-2, dari kubu Tegar dkk mulai mengganti para pemainnya yang mulai kelelahan, sedangkan gue dkk,tidak melakukan pergantian pemain sama sekali. Nah, di sini kesalahan gue dkk dimulai. Kita enggak ganti pemain, ya itulah. Karna faktor kelelahan, gue dkk mulai kebobolan secara berkala. Menghadapi musuh yang main seperti main futsal itu, kami pun lama2 tidak tahan dan menyebabkan timbul bititan di daerah pantat. Apalagi dengan supporter mereka yang sangat absurd. Hhh! Selama quarter ke-2 ini, gue merasa diri gue dikawal dengan ketat sama musuh gue. Ah kenapa harus gue? Emang gue mainnya bagus?

Tim gue pun tertinggal cukup jauh, tapi kami tetap berusaha, berusaha main sebaik mungkin semampu kami. Dan pas enggak sengaja gue mau ambil shoot-3-point, terdengar dari bangku penonton “AYO MAS, AYO!!” seketika itu gue berpikir, itu lagi nyemangatin gue, apa lagi nyemangatin musuh gue buat ngeblok shootingan gue ya? Hmmm -______- dannnn…. Prit!!! Pertandingan usai, gue kalah. Gue kalah. Perlu diulang? GUE KALAH!

Kalo kata Charlie Brown itu ‘Nothing takes the flavor out of peanut butter quite like unrequited love’ nah kata gue ‘Nothing takes the flavor out of peanut butter quite like suck losser’. Jadi ceritanya itu, dalam setiap komik strip Peanuts, Charlie Brown digambarkan menjadi orang yang suka makan roti selai kacang. Tapi ketika cintanya tidak terbalas, ketika itu juga Charlie gak bisa ngerasain lagi rasa roti selai kacang itu, rasanya jadi hambar. Sama kaya gue, lo bisa pikir sendiri kan?

Gue pikir, hari ini bakalan menyenangkan, tapi semua itu berubah saat Negara api menyerang bunyi peluit tanda pertandingan berakhir itu terdengar begitu menyayat hati. Gue hancur banget, suer. Belum pernah gue sesedih ini cuma gara-gara basket. Bukan, bukan karna kalahnya, tapi lebih sama permainan mereka yang kaya futsal itu. Sedangkan kalo tim gue ikut2an main model mereka, ya bisa2 gue dkk tawuran sama tetangga mereka usai pertandingan berakhir. Udah mainnya kek gitu, wasitnya kurang tegas pula. Iyasih gue agak maklumin wasitnya lah, soalnya dia cuma sendirian. Gada wasit lain lagi.
Sejak pertandingan berakhir dan sampe sekarang, gue masih kepikiran soal ini. Rasanya itu gondok banget. Kaya gondok 6 kilo deh, lo bisa banyangin! Gue nulis ini juga sambil ngabisin tisu 6 kotak, soalnya gue lagi flu. (sumpah ini enggak nyambung) ditambah hujan malam ini, serta suara merdu Nattasha (FYI aja, doi pacar gue yang baru haha  #menghiburDiriSendiri) membuat malam gue kali ini menjadi semakin mellow, galaw, uwaw. (ToT)>

Tapi tidak apa-apa selama kita masih berusaha, masih ada harapan menanti kita. Mungkin kita dilahirkan untuk kalah, tapi kita tidak dilahirkan untuk menyerah. Setidaknya kita akan berhasil, meski kita tidak berguna dan hidup kita sia-sia. Setidaknya kita telah berusaha bersama-sama.

PS: Jangan percaya penuh sama teman kalian saat ini, karna suatu saat, teman kalian itu bisa menjadi lawan. Inget kata gue!

Salam titik dua petik kurung tutup!

SuckMen,

Mad666

No comments :

Post a Comment