25 December 2011

Review: Manusia Setengah Salmon

  1 comment

Yak, gak sia-sia gue nabung sejak jaman Belanda sampe sekarang, ternyata tabungan gue cukup buat beli buku ini, ya, Manusia Setengah Salmon. Belinya juga butuh perjuangan yang, ahh.. gak perlu gue ceritain, gue langsung mulai review-nya aja deh ya.

Judul : Manusia Setengah Salmon
Pengarang : Raditya Dika
Penerbit : Gagasmedia
Tebal buku : viii + 264 halaman
Cetakan : Pertama, 2011
Harga : Rp. 42.000 di toko buku terdekat (belum termasuk bensin), kalo beli online gue gatau berapa


Manusia Setengah Salmon adalah buku yang berisi kumpulan tulisan Raditya Dika. Ada 19 bab yang berisi tentang cerita pindah rumah yang disama-samain sama pindah hati, ada ilmu pengetahuannya juga, bab Jomblonology, serta observasi2 ngawurnya. Oiya, ada bab penggalauan juga lhoh..
Dimulai dari buka covernya, yang mengundang gelak tawa serta berbagai pertanyaan muncul dalam benak, ini gambar apaan? Kok di balik cover itu gambar2nya Bang Raditya dengan berbagai pose serta mulut melongo pada tiap gambarnya?
Pas baca bab pertama (Ledakan Paling Merdu) masih biasa-biasa aja, cengar-cengir ala anak SMA gitu, tapi pas gue buka halaman yang ada gambarnya, ngakak abis! Enggak kepikiran sama sekali kalo buku ini bakalan ada comic-strip nya gitu. Asli bikin ngakak. Pada bab ini menceritakan bagaimana kisah kentut bersama antara Raditya dengan Papahnya, romantis abis.
Cerita tentang Sugiman, yang kalo di sekolah gue itu adalah seorang guru mapel Bahasa Inggris serta merangkap sebagai kesiswaan, tapi di buku ini, nama Sugiman jadi supirnya Raditya. Supir yang sangat lugu, sopan dan…… bau ketek.
Ada juga bab Kasih Ibu Sepanjang Belanda, yang ceritanya Raditya dapet beasiswa ke Belanda untuk menghadiri summer course yang mengharuskan Raditya pergi ke Belanda selama 2 minggu, dan sesampainya di Belanda ini, Raditya berkenalan dengan Perek. Siapa itu Perek? Cari tahu di bukunya yah. Mwahahah…

“Dan ketika sesuatu sudah mulai sempit dan tidak nyaman, saat itulah seseorang harus pindah ke tempat yang lebih luas dan (dirasa) cocok untuk dirinya” nah kutipan dari MSS yang satu ini mak jleb banget bagi yang udah baca bukunya, soalnya kalo belum baca bukunya pasti gatau apa maksud dari kutipan di atas. :p
            Dan buat kalian yang belum punya dan baca buku ini, terutama kaum fakir asmara (dalam bahsa ilmiahnya, seperti dalam buku) pastilah sangat merugi, karna dalam buku ini ada satu bab tentang bidang keilmuan yang mempelajari segala sesuatu tentang Jomblo, namanya Jomblonology. Ditulis oleh Prof. Dr. Raditya Dika, MBA., Msc., McDDelivery Service, Jomblonology ini menurut kacamata saya bisa sangat membantu para fakir asmara dalam menemukan pasangannya dan segera terlepas dari status fakir asmara serta mampu memberikan sedekah cinta.
            Tulisan-tulisan di buku ini memang benar-benar tulisan yang fresh, kaya ikan salmon baru dapet dari sungai, masih seger. Tapi ada juga tulisan-tulisan yang emang dari blog dan twitter gitu, tapi tetep mengundang gelak tawa.

Bukan hanya membuat pembacanya cekakak-cekikik sendiri membaca buku ini, tapi juga mengajari pembacanya bahwa hidup sesungguhnya adalah potongan-potongan antara perpindahan satu dengan lainnnya. Kita hidup di antaranya. Jadi kita hidup harus selalu berpindah, seperti ikan salmon yang berpindah setiap tahunnya hanya untuk bertelur. Walaupun akan banyak yang mati kelelahan atau pun mati karna jadi santapan beruang, mereka tetap bergerak melawan arus hanya untuk bertelur. Jadi, Salmon-salmon ini mengingatkan Raditya bahwa esensi kita menjadi makhluk hidup adalah pindah.
            Ya, seperti itulah kira-kira review buku karya manusia absurd, Raditya Dika, yang menarik untuk di baca. Dan yang jadi pertanyaan gue saat ini adalah, yang nyabut giginya Bang Dika itu dr. Johan apa dr. Arief?

1 comment :